Monday, 23 September 2019

Backup Data Smartphone Lebih Mudah Dan Cepat Pakai USB OTG SanDisk

SanDisk Ultra Dual Drive M3.0
Zaman yang semakin modern ini, sepertinya semua orang tak bisa memungkiri lagi bahwa smartphone adalah benda yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.  Tak hanya sebagai alat komunikasi saja, namun smartphone juga memiliki fungsi yang sangat banyak. Bahkan saat ini smartphone bisa menggantikan banyak perangkat lain seperti komputer, jam bahkan yang sangat sering digunakan adalah kamera.

Sebagai seorang yang sering melancong ke berbagai tempat tentunya smartphone sangat berguna sebagai pengganti kamera. Fitur kamera yang sudah sangat canggih membuat banyak orang lebih memilih menggunakan kamera smartphone sebagai pengganti kamera DSLR, selain lebih simple tentunya hasil kamera smartphone tak kalah bagus dari kamera DSLR. Hal ini mengakibatkan memori internal smartphone penuh dengan foto dan video selama traveling.

Hal ini memang menjadi sesuatu yang sangat lumrah ketika smartphone dijadikan pengganti kamera, hasilnya memori internal smartphone pasti akan penuh dan alhasil ketika ketemu moment bagus dan memori sudah penuh, banyak orang merelakan beberapa foto lainnya untuk dihapus. Padahal kan #DibuangSayang, walaupun kurang bagus atau karena sudah banyak foto di salah satu spot foto alangkah baiknya jika dipindah ke tempat penyimpanan lain seperti USB OTG SanDisk.

Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Western Digital Corp menyatakan bahwa 98% pengguna smartphone digunakan untuk menyimpan foto dan 79% menggunakannya untuk menyimpan video. Survey tersebut melibatkan 1.120 responden yang semuanya aktif menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah menjadi rahasia umum jika smartphone sering kepenuhan memori diakibatkan menyimpan foto dan video, sebab mayoritas pengguna smartphone memiliki kapasitas memori sebesar 16 GB sampai 32 GB. Dengan kapasitas yang tidak terlalu banyak tersebut biasanya hanya menyisakan 1 GB atau 2 GB saja, memori internal yang sudah terpakai didominasi oleh foto, video dan beberapa file lainnya seperti aplikasi, musik dan dokumen penting lainnya.

Pernahkah Anda kehilangan data penting seperti foto atau video kesayangan dari smartphone Anda? Saya sendiri pernah mengalaminya, ketika berniat menghapus beberapa file yang dirasa tidak perlu ternyata yang saya hapus adalah sistem penyimpanan file dan akibatnya semua file saya baik foto, video, musik dan dokumen penting lainnya hilang tak tersisa. Rasanya kalau bisa ingin mengembalikan waktu lagi, sebab semua file yang hilang adalah foto, video dan dokumen yang sangat penting bagi saya. Moment mendaki ke puncak gunung bersama teman-teman semasa kuliah, foto waktu jalan-jalan kulineran bareng pacar dan yang paling nyesek adalah file skripsi saya ikutan hilang.

Sejak itulah akhirnya saya sadar akan lebih nyaman jika memiliki alat penyimpanan lain, akhirnya saya beli SanDisk Ultra Dual Drive M.30 dengan kapasitas 64 GB. Tujuannya supaya ketika punya data penting langsung saya Backup di USB OTG SanDisk tersebut dan bisa dipindahkan ke laptop tanpa ribet dan saya bisa melakukan backup data dari samrtphone ke USB OTG SanDisk kapanpun dan dimanapun tanpa memakan waktu lama. Sebab SanDisk Ultra Dual Drive M3.0 memiliki kecepatan transfer data sebesar 150 MB perdetiknya, jadi bayangkan saja kecepatannya jika Anda transfer data 30 GB cukup tunggu paling lama 5 menit saja jika Anda sudah menggunakan produk keluaran terbaru dari SanDisk tersebut.

Tampilan Terbaru SanDisk Ultra Dual Drive M3.0
Jadi mari budayakan backup data smartphone menggunakan SanDisk Ultra Dual Drive M3.0, selain mudah dan tidak memakan waktu lama tentunya Anda bisa memilikinya hanya dengan 89.900 Rupiah untuk kapasitas penyimpanan 32 GB, 149.500 Rupiah untuk kapasitaspenyimpanan 64 GB dan 271.500 Rupiah untuk kapasitas penyimpanan 128 GB. Sangat terjangkau bukan? Semua barang merek SanDisk dilindungi garansi oleh #SanDiskAPAC jadi tak perlu takut jika mengalami kerusakan barang tinggal klaim garansi saja ke kantor SanDisk terdekat. Semoga bermanfaat.

Saturday, 7 September 2019

Klasemen Piala Indonesia: Sorotan Final PSM vs Persija

PSM Makassar VS PERSIJA
Final Piala Indonesia 2018/19 yang dilangsungkan pada Selasa (6/8/2019) lalu berakhir bahagia untuk PSM Makassar. Juku Eja, julukan untuk tim asal Sulawesi Selatan ini keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta pada leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. PSM berhasil menaklukkan Persija 2-0 di pertandingan final kedua mereka, setelah sebelumnya kalah 0-1 pada pertemuan pertama di Jakarta. Dengan agregat 2-1, tim asuhan Darije Kalezic ini resmi dinobatkan sebagai juara Piala Indonesia 2018/19. Berikut beberapa sorotan dari penyelenggaraan final Piala Indonesia. Berita mengenai klasemen piala Indonesia dapat dilihat pada tautan Bola Nusantara satu ini. 

Kartu Merah Penyebab Kegagalan Persija?

Gol pertama dicetak oleh Aaron Evans dari PSM lewat operan dari Wiljam Pluim pada menit ke-3. Meskipun Persija berusaha menekan, pertahanan lini belakang PSM sulit ditembus. Menit ke-12, PSM hampir kembali mencetak gol, namun berhasil ditangkis kiper Persija Andritany Ardhiyasa. Persija sempat mengancam di menit ke-23 lewat sundulan Simic, namun sayang bola masih melenceng ke sisi kanan gawang PSM. Persija semakin sulit mengejar ketertinggalan lantaran gelandangnya, Sandi Sute, diusir wasit Fariq Hitba setelah diganjar kartu kuning keduanya akibat melakukan tekel keras pada Pluim.

Akibatnya, Macan Kemayoran mesti bermain dengan 10 pemain saja. Di babak kedua, gol untuk PSM disumbangkan Zulham Zamrun pada menit ke-50 lewat tandukannya setelah memanfaatkan umpan silang. Hingga peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta, sehingga PSM menang atas Persija dengan agregat 2-1. Julio Banuelos, pelatih Persija, tidak mengelak bahwa salah satu penyebab kekalahan timnya adalah kartu merah di babak pertama. Hal senada diungkapkan pemain kawakan Persija Bambang Pamungkas, yang merasa sulit melawan PSM karena kekurangan jumlah pemain. 

Gelar Pertama untuk PSM Makassar

Gelar Piala Indonesia menjadi yang pertama untuk PSM, setelah terakhir kali dimenangkan Persibo Bojonegoro pada 2012. Semenjak itu, Piala Indonesia berhenti untuk waktu yang cukup lama hingga dilaksanakan kembali 6 tahun kemudian. PSM yang berada di puncak klasemen Piala Indonesia ini sekaligus mengakhiri puasa gelar mereka selama 19 tahun terakhir. Mereka terakhir kali keluar sebagai juara pada Liga Bank Mandiri yang dilaksanakan tahun 2000 silam. Dengan kemenangan ini, suporter tak kuasa ikut merayakan kemenangan dengan menerobos masuk ke lapangan, bahkan menyalakan flare dan kembang api. Namun aparat TNI dan Polri berhasil menghalau mereka kembali ke tribun penonton dengan alasan keamanan pemain PSM dan Persija. 

Para Peraih Penghargaan

Pemain PSM Makassar, juara klasemen Piala Indonesia, Zulham Zamrun dianugerahi penghargaan sebagai top skor dan pemain terbaik sepanjang pelaksanaan Piala Indonesia 2019. Ia berhasil mencatatkan total sepuluh gol. Zulham menjadi top skorer bersama dengan striker asing Persebaya Surabaya, Amido Balde, yang memiliki koleksi gol sama dengannya sepanjang turnamen. Selain Zulham, pemain PSM Makassar lainnya, Asnawi Mangkualam, juga menyabet penghargaan. Ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Indonesia. Sementara Fairplay Team disabet oleh Madura United. Adapun para pemenang berhak mendapatkan uang senilai 3 miliar untuk juara, 2 miliar untuk runner up, 500 juta untuk peringkat 3, dan 75 juta untuk masing-masing pemain terbaik, pemain muda terbaik, serta top scorer. 

Acara Nobar Sempat Ricuh

Kericuhan saat nonton bareng pertandingan final leg kedua PSM Makassar melawan Persija Jakarta di Tebet pada Selasa (6/8/2019) sempat terjadi. Bentrok bermula saat pendukung PSM Makassar mengadakan nobar pertandingan PSM melawan Persija di Cafe Komandan. Saat suporter PSM merayakan kemenangan tim mereka, Jakmania merasa tidak terima dan langsung menyerang. Terlihat bongkahan batu, serpihan kaca dan botol-botol plastik berserakan di lokasi kejadian. 

Final yang Sempat Tertunda

PSSI sempat menunda pertandingan leg kedua final Piala Indonesia 2019 yang awalnya akan digelar di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, pada Minggu (28/7/2019). Namun, akibat adanya insiden pelemparan terhadap bus rombongan Persija Jakarta usai melakukan official training di Stadion Mattoangin, pada Sabtu (27/7/2019) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, pihak Persija meminta penjadwalan ulang pertandingan dan meminta stadion dipindah ke tempat netral. Selain itu, Persija merasa sudah banyak mendapat tekanan sejak menginjakkan kaki di Makassar. PSSI pun mengabulkan penundaan pertandingan atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan. 

Untuk melihat klasemen Piala Indonesia lengkap serta berita sepakbola lainnya, kunjungi Bola Nusantara!