Rabu, 10 Januari 2018

Mitos Seputar Bantal Bayi? Benar Atau Salah?


Indonesia merupakan negara dimana banyak sekali cerita di dalamnya. Termasuk cerita-cerita yang berkembang di masyarakat ada beragam. Cerita-cerita tersebut masih diyakini oleh masyarakat termasuk mitos yang berhubungan dengan bayi yang baru lahir. Ada banyak sekali mitos seputar bayi dan kali ini kami akan membahas mitos bayi yang berhubungan dengan bantal bayi. Sudah taukah bunda?

Bunda sudah tahu mitos-mitos yang beredar seputar bantal bayi? Apakah bunda percaya dengan mitos-mitos tersebut? bantal merupakan salah satu benda yang dibutuhkan ketika tidur, termasuk juga untuk bayi. Bahkan ada banyak orang yang tidak dapat tidur bila tidak memakai bantal. Bantal membuat tidur kita lebih nyaman karena posisi kepala kita sedikit lebih tinggi daripada badan. Tetapi, bagaimana dengan bayi?

Bunda sedang cari bantal bayi? Kami sediakan bantal bayi mothercare untuk si kecil yang berusia lebih dari 1 tahun.
Biasanya, orang tua sudah menyiapkan bantal untuk bayinya yang baru lahir. Jenis dan bentuk bantal untuk bayi pun berbeda. Biasanya bantal bayi berbentuk huruf U dan ada juga yang bagian tengah bantalnya lebih datar dan membentuk lingkaran. Orang tua banyak yang berpendapat hal ini dilakukan untuk membantu pembentukan kepala bayi agar bundar sempurna. Namun, apakah mitos ini benar? Apakah bantal dapat mempengaruhi bentuk kepala bayi?

Sebelum lebih lanjut, kita sebenarnya perlu tahu dulu apakah bayi perlu bantal untuk tidur? Banyak orang tua yang berpendapat jika bantal diperlukan untuk bayi karena tekstur kepala bayi yang belum lahir masih belum betul-betul keras dan padat. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi kepala bayi jika terbentur matrasnya keras. Tetapi apakah hal ini dibenarkan? Bagaimana sisi medis melihatnya?

Ternyata, banyak ahli medis yang berpendapat dan menyarankan agar bayi tidak menggunakan bantal ketika tidur. Mengapa? karena penggunaan bantal pada bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun, akan meningkatkan risiko bayi terkena sudden infant death syndrome (SIDS) atau kejadian kematian mendadak yang terjadi pada bayi. Bahkan National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) merekomendasikan untuk tidak memberikan bantal pada bayi di bawah usia satu tahun untuk menghindari terjadinya resiko tersebut.

Bagi orang dewasa mungkin tidak nyaman bila tidur tidak memakai bantal. Sedangkan bagi bayi, ternyata bantal dapat membahayakan nyawanya. Mengapa? Bantal bisa saja menutupi mulut dan hidung bayi ketika tidur sehingga menyebabkan bayi susah bernapas. Terlebih lagi bila bayi tidur tanpa pengawasan orang tua dan bantal tersebut lama menutupi mukanya. Ada resiko besar bayi tersebut mengalami SIDS. Bahkan per tahun, ada ada 32 kematian bayi disebabkan oleh bantal yang digunakan sebagai alas tidur atau untuk menopang kepala bayi.

Salah satu mitos bayi yang terkenal di kalangan masyarakat adalah bantal beras atau kacang hijau yang digunakan bayi untuk mencegah bentuk kepala bayi menjadi peyang ketika berbaring. Hal ini sebenarnya salah, mengapa? kepala peyang yang terjadi pada kepala bayi adalah karena bayi terlalu lama menoleh ke satu sisi atau berbaring miring. Biasanya bayi akan menoleh ke arah cahaya sehingga menyebabkan bentuk kepalanya tidak simetris.

Itu dia ulasan seputar mitos bantal bayi yang biasanya beredar di masyarakat. Tak perlu khawatir, jika bunda ingin memberikan bantal bayi untuk si kecil, bunda bisa berikan bantal bayi untuk si kecil yang berusia lebih dari 1 tahun. Terimakasih.

Tidak ada komentar:
Write komentar