Sabtu, 28 Oktober 2017

Cara Mengurus BPHTB Tanah Atau Rumah

Mengurus BPHTB Rumah dan Tanah
Salah satu keuntungan menjadi warga DKI Jakarta adalah pengurusan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang gratis alias tanpa biaya. Sudah menjadi hal yang umum bahwa banyak masyarakat yang enggan mengurus BPHTB karena mahalnya biaya pengurusan serta prosedur pengurusan yang rumit, terutama untuk pembelian rumah secara KPR. Bagi masyarakat Jakarta tentu fasilitas gratis ini sangat memudahkan dalam pengurusan BPHTB mengingat proses jual beli tanah di ibukota tidaklah murah. Untuk bisa merasakan fasilitas pengurusan BPHTB gratis ini, ada beberapa hal yang harus Anda pahami, mulai dari syarat BPHTB hingga cara mengurus BPHTB tanah dan rumah tersebut.

Syarat Mengurus BPHTB

• Diperuntukkan bagi tanah atau bangunan yang bernilai maksimal Rp 2 miliar

Syarat BPHTB gratis terutama untuk wilayah DKI Jakarta yakni hanya diperuntukkan tanah maupun bangunan yang memiliki Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maksimal Rp 2 miliar. Sebelum mengurus BPHTB, pemilik tanah maupun bangunan harus menganalisa nilai tanah atau bangunan yang ia miliki terlebih dahulu. Kalau pemilik tanah dan bangunan kebingungan untuk menentukan nilai sesuai, pemilik tanah bisa meminta bantuan ke pihak BPN maupun pemerintah daerah setempat untuk menganalisa nilai bangunan dan tanah yang dimiliki. Bagi pemilik rumah maupun tanah yang memiliki NJOP kurang dari Rp 2 miliar, maka berhak untuk menikmati fasilitas pengurusan BPHTB gratis ini. Sedangkan pemilik bangunan dengan NJOP lebih dari Rp 2 miliar, harus membayar biaya pengurusan BPHTB sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

• Untuk rumah pertama

Fasilitas pengurusan BPHTB ini hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta yang baru pertama kali membeli rumah. Syarat BPHTB ini berlaku untuk pemohon yang belum pernah memiliki bangunan maupun tanah hasil proses jual beli serta belum pernah menerima hak baru atas tanah dan bangunan. Jadi, apabila Anda pernah memiliki rumah dan kemudian dijual, Anda tak bisa menerima fasilitas pengurusan BPHTB gratis ini untuk pembelian rumah selanjutnya. Demikian juga untuk permohonan pembebasan BPHTB pada tanah waris atau hibah. Pengurusan BPHTB untuk jenis kasus seperti ini bisa digratiskan apabila pemohon tak pernah memiliki riwayat memiliki bangunan maupun tanah hasil waris atau hibah sebelumnya.

• Hanya untuk warga DKI Jakarta perorangan

Sayangnya pembebasan biaya pengurusan BPHTB ini hanya berlaku untuk warga DKI Jakarta saja. Karena salah satu syarat BPHTB gratis ini hanyalah untuk warga yang memiliki KTP DKI Jakarta atau telah berdomisili di DKI Jakarta setidaknya minimal 2 tahun berturut-turut. Hal ini bisa diartikan pula bahwa pembebasan biaya pengurusan BPHTB hanya diperuntukkan bagi perorangan sedangkan untuk perusahaan PT maupun badan hukum lainnya tidak bisa menggunakan fasilitas ini.

Cara Mengurus BPHTB Tanah atau Rumah di Jakarta

Untuk mengurus BPHTB gratis, ada beberapa syarat BPHTB lainnya yang perlu Anda persiapkan terutama syarat administratif. Anda harus menyiapkan dokumen formal seperti fotokopi KTP domisili, fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), surat keterangan yang mencantumkan keterangan Nomor Induk Kependudukan (NIK), surat pernyataan Wajib Pajak Orang Pribadi, nama wajib pajak, alamat wajib pajak, alamat objek pajak serta uraian permohonan.Di samping persyaratan administratif tersebut, Anda juga perlu melampirkan surat pernyataan belum pernah memiliki tanah atau bangunan dari proses jual beli maupun dari hibah. Surat pernyataan ini harus dilegalkan oleh pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah atau Notaris. Anda juga perlu melengkapi dokumen dengan Akta pemindahan hak atas tanah autentik dari Notaris, fotokopi sertifikat hak atas tanah serta bukti lunas asli dan fotokopi SPPT PBB-P2.

Tidak ada komentar:
Write komentar